Celoteh Lala (4)
Waktunya tidur sudah tiba. Seperti biasa Lala masih aja belom mau tidur. Padahal ga bobo siang, dan sudah dapat dipastikan Lala tuh sebenernya ngantuk banget. Cuma otaknya masih kepengen beredar.. main tentu saja… kalo belajar langsung deh menguap.. whoaaaaah…
Dan sambil menguap, bisa-bisanya Lala masih mengaku kalo belum mengantuk! Dasar… Dan Lala bilang ingin menjadi burung hantu saja, yang hanya tidur di siang hari dan tidak tidur kalo malam hari… :p
Uncategorized | Comment (0)Celoteh Lala (3)
Setelah menonton film dokumenter tentang Penguin. Lala langsung punya keinginan untuk memelihara penguin. “Amma, Lala mau memelihara penguin ajah.” Tapi Amma bilang ga bisa, karena Indonesia itu daerah tropis. Penguin itu hidup daerah dingin yang bersalju. Lala ga kehabisan akal doong… “Nanti penguinnya Lala taro di kulkas aja, supaya dingin kan..” hehehehe… bisa aja Lala…
Uncategorized | Comment (0)Celoteh Lala (2)
Sepupu Lala, Ezra, sebentar lagi punya adik. Tante Erni sedang hamil 8 bulan sekarang. Waktu Lala liat Tante Erni sedang makan makanan pedas, Lala langsung komentar: Tante Erni, jangan makan pedas doong… Nanti adiknya yang didalam perut kepedasan… bagaimana??
gggrrrrr….
Uncategorized | Comment (0)Celoteh Lala (1)
Suatu malam, Amma sedang duduk2 sambil merokok. Lala sepertinya yang baru dapet pelajaran baru dari sekolah, langsung bilang: “Amma, tidak boleh merokok! Nanti jantung kamu kotor… mau??” Upss… jadi berpikir, kalo merokok tidak boleh di depan anak yaa…. bukan berarti tidak boleh merokok… hahahhaa…
Uncategorized | Comment (0)Belajar untuk Anak dengan Gangguan Pendengaran
Artikel ini ditujukan untuk orang tua yang miliki anak dengan gangguan pendengaran.
Dari lahir, kita belajar dengan mengamati dan menirukan orang tua kita, saudara dan teman-teman. Kemudian, ketika kita mulai bermain, sekolah dan bekerja… proses pembelajaran terus berlanjut. Anak-anak dengan gangguan pendengaran mempunyai kemampuan yang sama untuk hidup produktif seperti anak-anak tanpa gangguan pendengaran. Satu-satunya perbedaan adalah mereka memerlukan tambahan untuk mendukungnya ketika belajar.
Anak-anak yang mendengar dapat mengambil semua jenis informasi sangat dengan mudah. Namun, seorang anak dengan gangguan pendengaran mungkin perlu untuk memiliki berbagai hal dengan lebih seksama menjelaskannya. Sebagai contoh, anda bisa menjelaskan kepada anak Anda apa yang sedang Anda rencanakan hari ini, di mana Anda akan berbelanja, apa yang akan Anda beli, atau yang akan Anda kunjungi. Dengan menjelaskan situasi-situasi ini, anda dapat membantu anak Anda untuk lebih siap untuk hari ini.
Anak-anak dengan gangguan pendengaran memerlukan waktu lebih banyak untuk belajar kata-kata dan konsep-konsep baru. Bisa jadi, mudah mengajar mereka tentang suatu objek, tetapi mengajarkan berbagai hal abstrak akan memerlukan waktu lebih banyak lagi. Dan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kebingungan. Kadang-kadang mereka mengambil mengartikan suatu hal terlalu harfiah atau overgeneralize. Konsep waktu dapat sangat susah untuk dipahami, mungkin Anda harus menemukan cara yang berbeda untuk menjelaskan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun kepada mereka. Jelaskan dengan kalimat sederhana dan kata-kata yang sudah dipahami sebelumnya.
Ketika anak Anda bertemu dengan orang lain, biasakan untuk tidak menjadi interpreter atau memberi jawaban untuk mereka atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuknya. Ketika menjelaskan informasi, cobalah untuk menggunakan kalimat-kalimat pendek dan jelas. Cara untuk mendorong mereka untuk mengembangkan bahasa lisan adalah membiasakan bicara dan jadilah contoh yang baik untuk anak Anda. Contoh-contoh di bawah ini berguna untuk pembelajaran bagi anak dengan gangguan pendengaran:
§ Cobalah untuk melibatkan anak dalam pekerjaan-pekerjaan, seperti memperbaiki ban sepeda, mengganti batere mainan dan lain-lain. Sebutkan bagian-bagian sepeda dan jelaskan fungsinya. Anda sebaiknya menjelaskan apa yang sedang Anda lakukan dan mengapa Anda harus menyelesaikan pekerjaan itu.
§ Ketika sedang menyiapkan hidangan untuk makan, bicarakan tentang bahan-bahan yang dipakai dan asalnya dari mana. Anda dapat tunjukkan atau menggambarkan untuk membantu anak Anda mengerti hubungan telur dan ayam, tepung dan jagung dan daging yang berasal dari berbagai binatang.
§ Bermain gambar juga sangat efektif untuk menjelaskan tentang suatu objek, konsep dan bahasa.
§ Ketika Anda pergi berjalan kaki atau naik mobil, Anda dapat menunjukkan dan menjelaskan hal-hal yang Anda lihat ketika melewatinya.
§ Sebelum berbelanja, ambil barang yang akan dibeli sesuai dengan daftar belanja. Gambar jika perlu. Biarkan anak Anda mencari barang-barang yang berbeda di rak.
§ Menonton video bersama tentang acara anak-anak, binatang atau alam. Ketika Anda menonton bersama, pergunakan kesempatan untuk menjelaskan dan mendiskusikan yang Anda tonton. § Menjelang tidur, bacalah buku. Hal ini membantu mengembangkan bahasa dan menyediakan informasi dan meningkatkan minat anak Anda dalam membaca dan mencari informasi.
Uncategorized | Comment (0)Saran-Saran Penempatan Murid Tuna Rungu di Dalam Kelas
Disadur bebas dari :
Beginnings For Parents Who Are Deaf or Hard Of Hearing
“Helpful Hints in the Class”
Oleh: Apsari Dionita (Mama Menur)
Uncategorized | Comment (0)Field Trip: KIdzania
Selasa, 13 Mei 2008
Ini diaaa, hari yang ditunggu2 dateng juga. Bermain di Kidzania!! Amma Ato cuti khusus untuk nemenin Lala bermain. Sayangnya pengantar ga boleh ikutan masuk dalam arena permainan, hanya bisa liat dari luar dan photo2 juga dari luar nih, dari depan pintu atau dari jendela. Hihihihihii.. Baru juga bentar, eh batere kamera habis pulaa, jadi lah dokumentasinya seadanya ajah.
Sebelum masuk ke kota Kidzania, semua anak dikasih gelang dan dikasih travel check. Baru sampe, langsung ke Bank dan tukar travel check-nya. Wuiiih, Lala punya uang. Senengnya… 
Langsung nyalon deh. Didandanin sama Nurlela dan Nur Hafiza. Tidak lupa creambath doong. Pasti cantik deh. Bayar 10 kidzos.![]()
Selesai nyalon, Lala naik pesawat. Karena ga boleh masuk, jadi ga tau deh, Lala jadi penumpang atau pramugari atau pilot. Sampe di luar pas ditanya juga, Lala ga jawab. Ya sutra lah, yang penting happy tooh.
Painting school jadi pilihan Lala berikutnya. Aku mau mewarnai dengan cat air. Untuk ini Lala harus mengeluarkan 10 Kidzos. Hasilnya boleh dibawa pulang. 
Dari tadi Lala belom dapet uang nih, karena Lala belom bekerja. Semua permainan antre. Baru antre sebentar ajah, Lala dah bosen, minta ke tempat lain. Pas liat gondola turun naik, Lala kepengen juga nyoba. Kebetulan ga banyak yg antre. Tidak lupa pake sarung tangan dan helm. Lala naik gondola, gondola turun naik, Lala mulai semprot2 air ke jendela dan dibersihkan pake lap. Selesai bekerja. Lala dapet upah 8 Kidzos. Ga ada photonya niiih, batere kamera mulai habis. Amma Ato mukanya langsung bete! ![]()
Kepengennya nyetir mobil, tapi Lala ga punya SIM. Mau bikin SIM, mesti medical check-up dulu. Antre di RS-nya. Baru antre sebentar, Lala dah ga betah. Jadi lah medical check-up ga pernah kesampaian. Mau jadi dokter atau suster, sepertinya Lala ga minat. Apa mungkin karena liat banyak anak2 yang mau masuk juga kali ya. Menunggu giliran bermain.
Melanjutkan perjalanan sedikit, ada mini market. Waah, Lala mau banget nih main disini. Setelah beberapa saat antre. Lala dapet tugas memasukkan barang yang dibeli ke dalam kantong plastik. Tapi Lala juga mau jadi pembeli, jadi setelah selesai bertugas, Lala langsung ambil troli dan mulai belanja deh, milih barang2 sesuka hati. Karena sudah bekerja, Lala mendapat upah 8 Kidzos.
Melihat Fire Department, tertarik juga. Lala mau jadi petugas pemadam kebakaran. Lala mau juga antre disini. Dan jadi petugas pemadam kebakaran!!
Cape bekerja, Lala istirahat, mau duduk santai naik bis keliling kota Kidzania. Bayar 1 Kidzos. Amma tunggu ajah di halte. Selesai jalan2, kita naik ke lantai 2. Enaknya main apa yaaa…. Ahhaaa ada diskotik niih, masuk kesana, Lala masuk ke dressing room, pakai kacamata, topi dan syal. Tapi ga mau nari. Jadi cuma duduk2 aja, menikmati musik dan orang2 menari. Uhuyy…. 
Setelah keluar dari diskotik, Lala mau ke pabrik es krim, mau membuat es krim niiih. Kebetulan di depan pabrik es krim itu ada juga yang jual es krim. Melihat banyak juga anak2 yang beli es krim, tergiur lah Lala. Ga sabar masuk pabrik dan mesti buat es krim dulu. Lala lebih memilih membeli es krim yang sudah jadi… 
Ga berasa, udah hampir jam 2, sesi Lala bermain sudah habis!
Uang Lala masih banyak, sayang juga nih. Sebelum keluar, Lala ke Bank dulu, menabung dan membuat ATM. Jadi kalo kesana lagi sudah punya tabungan banyak, bisa belanja menikmati hasil dari bekerja. We’ll be back soon. Sampe di rumah, Lala langsung bilang: "Nanti hari Minggu kita ke Kidzania lagi yaa".
Orang Inggris
Waktu Lala lihat anak bule berdiri dekat dengannya, dia langsung tanya deh… "Kenapa anak itu rambutnya warnanya begitu? Diwarnain yaa?" Hayyaaah… moso anak kecil diwarnain siih.. karena waktu itu Appa lagi buru2, Appa jadi ngasal ajah jawabnya… "Orang Inggris tuh anak itu!"
Ga taunya malem hari, Lala tanya lagi: "Kenapa Lala bukan orang Inggris? Lala mau rambut Lala warna coklat. Boleh diwarnain ya?"
Masih banyak lagi pertanyaan2 dia tentang hal ini kenapa dia tidak terlahir bukan sebagai anak bule, namanya yang Bahasa Indonesia sekali, ya bicaranya…
Nah lhooo….Ibu Bapaknya Endonesyah aslii, gimana bisa punya anak Inggris…
Pelajaran yang bisa kami ambil adalah… jangan ngasal kalo jawab pertanyaan anak! Yang dia tau kalo orang bule itu orang Inggris ajah. Tiap nonton tipi, itu orang Inggris yaa.. Jadi sekarang kita kerepotan perbaikin persepsi dia tentang orang2 yang berambut pirang, berkulit putih dan berhidung mancung. Bukan cuma orang Inggris ajaah. Buka peta, buka ensiklopedi, kasih tau ini itu…
Dia juga pernah nulis yang ga bisa kebaca gitu, waktu ditanya nulis apaan, dia bilang, nulis Bahasa Inggris…
Tiap kali baca kalo agak susah bacanya, dia juga bilang, bahasa inggris ini yaa…
Lala.. Lala… ada2 aja deh…
10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik
1. Bertambah umur, bertambah berat dan bertambah tinggi.
2. Postur tubuh tegap dan otot padat.
3. Rambut berkilau dan kuat.
4. Kulit dan kuku bersih dan tidak pucat.
5. Wajah ceria, mata bening dan bibir segar.
6. Gigi bersih dan gusi merah muda.
7. Nafsu makan baik dan buang air besar teratur.
8. Bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur.
9. Penuh perhatian dan bereaksi aktif.
10. Tidur nyenyak.
Anak bergizi baik dapat dicapai dengan makan makanan bergizi lengkap 3 kali sehari ditambah susu.
Sumber: www.sahabatnestle.co.id (PT. Nestlé Indonesia)
Because I love you so….
Siapa sih yang bisa memilih mau punya anak seperti ini atau seperti itu. Semua sudah ditentukan Allah bukan..? Sebagai manusia kita wajib berusaha dan berdoa, ingin seperti apa keturunan kita nantinya.
Tadi malam, Lala tanya kepada saya: "Kenapa Amma mau punya anak seperti Lala?" Waduuuh, pertanyaan-pertanyaan susah lagi niiih
. Pasti dia ga akan puas nih sama jawaban yang bakalan saya kasih. Saya jawab: "Ya mau duoong, Lala kan anak yang cantik, pinter, manis dan baik hati. Makanya Amma mau punya anak Lala."
Bener aja kan, Lala masih terus tanya lagi. "Kenapa waktu dulu Lala masih bayi, masih keciiil sekali, ada diperut Amma? Kenapa Amma mau?" "Lala, karena Amma mau punya anak, punya anak yang seperti Lala makanya Amma mau hamil, memang Amma yang mau ada Lala di perut Amma", begitu kata saya. Lala masih belom puas juga: "Kenapa bukan Rizky yang dari perut Amma? Amma tidak mau ya punya anak seperti Rizky?" Saya kasih tau ke Lala panjang lebar kalo itu Allah yang kasih (menentukan), jadi kita tidak bisa memilih begitu.
Hehehee dasar anak kecil yaa. Ini kan bukan masalah mau atau tidak mau, tapi Allah sudah menentukan jalan-Nya demikian. Bersyukur sekali Allah menganugerahkan Lala kepada saya.
Setelah selesai dengan pertanyaan-pertanyaannya, saya yang balik bertanya. "Kenapa Lala mau punya ibu seperti Amma?" "Karena Allah yang kasih kan..?" Laaah, dia nyontek jawabannya. Sambil mancing: "Apalagi dong?". Akhirnya dia jawab: "Karena Amma baik". Oh, sooo sweet… Walopun saya suka marah, teuteup aja dianggap baik… I love you Lala…
Uncategorized | Comment (0)
